Thursday, June 29Magelang Online

Tips Penting Agar Aman Membersihkan Bekas Hujan Abu Vulkanik

Sharing is caring!

Gunung Kelud yang meletus pada 13 Februari 2014 pukul 22.50 WIB atau lebih tepatnya kemarin malam cukup mengagetkan. Pasalnya peningkatan status yang hanya berselang sekitar 1 jam langsung terbukti dengan erupsi dasyat dari Gunung Kelud. Lahar panas, uap panas hingga bau belerang membumbung di langit Jawa Timur. Kedasyatan letusan Gunung Kelud terbukti dengan saat kejadian warga yang berjarak ratusan kilometer dari pusat erupsi masih dapat mendengar suara dentuman Gunung Kelud. Klaten, Jogja, Magelang melalui beberapa sumber memastikan mendengar dentuman keras berkali-kali pada pukul 23.00 WIB.

foto-kondisi-hujan-abu-vulkanik-gunung-kelud-magelang-gunung-merapiTidak berselang lama ketika pagi menjelang apa yang didengar warga khususnya warga Magelang pun terbukti. Tidak hanya dentuman Gunung Kelud yang terdengar sampai Magelang tetapi abu vulkanik letusan Gunung Kelud ternyata telah menyelimuti berbagai wilayah di Jawa Tengah khususnya Magelang. Peristiwa ini mengingatkan kepada bencana erupsi Gunung Merapi yang tidak kalah dashyatnya.

Dalam peristiwa ini Magelang sebagai daerah yang hanya mengalami hujan abu vulkanik dari Gunung Kelud, maka masalah utamanya adalah membersihkan sisa-sisa abu vulkanik yang berada dijalan dan rumah-rumah penduduk. Tetapi jangan salah, mungkin banyak yang mengira membersihkan abu vulkanik hanya cukup disiram air banyak-banyak.

Dari struktur kristalnya, abu vulkanik dari Gunung seperti Gunung Merapi dan Gunung Kelud memilik ujung-ujung kristal yang tajam. Abu ini sangat berbahaya untuk kesehatan manusia. Agar tidak berbahaya bagi kesehatan ketika membersihkan sisa hujan abu vulkani berikut beberapa tips penting namun sering dilupakan oleh banyak orang.

1. Masker menjadi alat atau perlengkapan paling penting ketika membersihkan abu vulkanik. Jika tidak ada masker maka bisa menggunakan kain yang dibasahi sedikit dibagian yang untuk bernafas.

2. Buka pintu dan jendela rumah agar semua udara keluar. Cek ventilasi ruangan apakah bekerja dengan baik. Gunakan pintu satu saja untuk mengeluarkan debu.

3. Basahi timbunan debu vulkanik halus sebelum dikumpulkan dengan sekop. Jika dibasahi maka akan lebih mudah untuk dikumpulkan dan juga agar abu vulkanik tidak menyebar ke lingkungan sekitar.

4. Abu vulkanik yang menumpuk diatas rumah mungkin menjadi prioritas karena abu vulkanik memberikan beban terhadap atap rumah dan penyangganya. Gunakan tanga atau kalau perlu gunakan tali pengaman ketika membersihkan abu vulkanik diatap rumah.

5. Jika mempunyai vacum cleaner maka bisa digunakan dan sangat disarankan karena lebih cepat dan tidak repot. Gunakan detergen dan cuci dengan air. Jangan menggosok berlebihan perabot yang terkena abu vulkanik karena akan menggores permukaan perabot.

6. Gunakan kain lembut atau spons saat membersihkan perabot yang memiliki permukaan kulit atau kain.
7. Menggosok abu pada permukaan yang dipelitur akan menyebabkan pudar dan surah. Akan lebih baik untuk membersihkannya dengan cara disedot dengan penyedot debu, kemudian dihapus dengan kain basah.

8. Bersihkan terlebih dahulu baju yang akan dicuci dari abu vulkanik. Abu yang menempel pada baju lalu dicuci dapat merusak serat pakaian karena ketajaman partikel debu vulkanik.

Yang perlu diingat lagi, jangan lakukan beberapa hal berikut ketika terjadi hujan abu vulkanik.

 

Selain prosedur di atas, ada beberapa hal yang sebaiknya dihindari saat membersihkan abu gunung api. Berikut adalah beberapa hal yang sebaiknya dihindari.

1. Jangan panik. Tetap tenang karena abu vulkanik ini memiliki daya rusak spontan yang tergolong rendah terhadap manusia.

2. Jangan menyapu abu kering. Abu vulkanik kering akan menyebar lebih luas ketika kering lalu dihamburkan.

3. Hindari penggunaan lensa kontak ketika, saat dan pasca hujan abu vulkanik. Alasannya partikel tajam abu gunung berapi dapat menggores lensa kontak dan merusak mata.

4. Jangan beri air terlalu banyak pada timbunan abu yang tebal. Bukan hilang malah abu ini akan semakin padat.

5. Jangan membersihkan abu vulkanik ketika belum yakin apakah hujan abu sudah selesai. Selain percuma dan buang-buang tenaga karena bisa jadi hujan abu vulkanik kan kembali turun, hal ini akan membuat jalan yang sebelumnya disiram dengan air lalu kembali terkena abu vulkanik akan menjadi amat sangat licin dan membahayakan pengguna kendaraan bermotor. Apalagi jika tinggal ditepi jalan raya dengan lalu lintas yang sangat padat.

Itulah beberapa tips sederhana namun penting serta hal-hal yang sebaiknya diperhatikan saat membersihkan abu vulkanik agar keadaan tidak semakin memburuk. .

loading...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *