Wednesday, November 22Magelang Online

Museum Diponegoro Magelang

Sharing is caring!

museum diponegoroPangeran Diponegoro adalah salah satu seorang pahlawan Nasional yang mempunyai latar belakang sejarah yang cukup heroik. Beliau adalah seorang pimpinan yang bersifat tegas menghadapi Belanda baik fisik maupun diplomasi, sehingga Belanda pada waktu itu selalu banyak mengalami kegagalan. Namun dengan kelicikan Belanda yang dipimpin oleh Jenderal De Kock, Pangeran Diponegoro diajak berunding yang berakhir dengan penangkapan dirinya. Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 20 Oktober 1830, di tempat kediaman rumah dinas Karesidenan Kedu. Pangeran Diponegoro merupakan Pahlawan Kemerdekaan yang berjuang melawan Belanda pada tahun 1825 sampai 1830, yang terkenal dengan Perang Diponegoro. Untuk mengenang jasa-jasanya maka ruang dimana Pangeran Diponegoro berunding dengan Belanda hingga ditangkap tersebut ditetapkan sebagai ruangan museum.

Lokasi museum Diponegoro ini terletak di Jalan Diponegoro No.1 Magelang. Bangunan Museum Diponegoro dirancang dengan gaya arsitektur Klasik Eropa. Jenis museum kamar pengabdian Diponegoro ini khusus bersifat memorial, karena bangunan/ ruangan pameran merupakan bekas tempat di mana Pangeran Diponegoro melakukan perundingan dengan Jenderal De Kock, sedangkan koleksinya merupakan benda-benda peninggalan Pangeran Diponegoro antara lain.

  • Meja kursi bekas kemarahan beliau berupa guratan kuku
  • Jubah berukuran tinggi 1.57 m, lebar 1.35 m terbuat dari kain shantung
  • 7 buah cangkir tempat 7 macam minuman kegemaran beliau
  • Balai-balai tempat sembahyang
  • Sebuah Kitab Takrib.

Museum Diponegoro menempati area seluas 2.552 meter persegi yang terletak di Jl. Diponegoro No. 1 Magelang. Museum ini berada dalam satu komplek dengan Museum Badan Pemeriksa Keuangan yang menempati gedung karesidenan kedu. Dari kota magelang hanya berjarak tidak lebih dari 0,5 kilometer. Monumen ini diresmikan pada tanggal 11 Agustus 1977. Selain itu di Yogyakarta yang merupakan kediaman beliau juga dijadikan sebagai museum. yang bernama Museum Sasana Wiratama

Museum ini berada disayap kiri pendapa karesidenan kedu yang dibangun pada tahun 1810 dan museum ini dulunya merupakan kamar petilasan Pangeran Diponegoro. Dikamar atau ruangan tersebutlah Pangeran Diponegoro juga di tangkap secara licik oleh Belanda. Awalnya pada tanggal 16 februari 1830 Kolonel Cleerens menemui Pangeran Diponegoro di Remo, Bagelen, Purworejo untuk mengajak berunding karena dalam peperangan selama 5 tahun pihak Belanda belum dapat membekuk Pangeran Diponegoro. Akhirnya tawaran berunding oleh Pangeran Diponegoro di setujui. Dan pada tanggal 28 Maret 1830 bersama laskarnya pangeran Diponegoro menemui Letnan Gubernur Jenderal Markus de Kock. Pada pertemuan tersebut Belanda meminta agar perang dihentikan namun P. Diponegoro menolak namun Belanda telah menyiapkan penyergapan yang dipimpin oleh Kolonel Du Perron yang akhirnya dapat melumpuhkan Pangeran Diponegoro beserta para laskarnya. Pada hari itu juga kemudian Pangeran Diponegoro diasingkan di ungaran dan kemudian dibawa ke gedung Karesidenan Semarang. Selanjutnya pada tanggal 5 April 1830 dibawa menuju Batvia menggunakan kapal Pollux dan pada tanggal 11 April 1830 sampai di Batavia dan ditahan di stadhuis (saat ini sebagai museum fatahillah). Dan pada tanggal 30 April 1830 Gubernur Jenderal Van Den Bosch menjatuhkan hukuman pengasingan atas Pangeran Diponegoro yang akhirnya diasingkan di Sulawesi hingga wafatnya.

loading...

One Comment

  • Sabung Ayam Online

    Pangeran Diponegoro mempunyai 12 putra dan 10 orang putri, yang keturunannya semuanya kini hidup tersebar di seluruh dunia, termasuk Jawa, Madura, Sulawesi, dan Maluku bahkan di Australia, Serbia, Jerman, Belanda, dan Arab Saudi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *