Wednesday, March 22Magelang Online

Berita

Berita update seputar Magelang, politik, ekonomi, olah-raga, sosial dan hiburan.

17 Tahun Progo Rafting “We Care We Share”

17 Tahun Progo Rafting “We Care We Share”

Berita, Hiburan
Genap di hari jadinya yang ke 17, PROGO RAFTING Magelang menggelar acara CSR (Corporate Social Responsibility) untuk yang pertama kali. Dengan tema "We Care We Share", tim Progo Rafting mengadakan acara Pemberian tali asih kepada anak-anak Yayasan Yatim Ar Rahman Magelang. Acara ini berupa pemberian Beasiswa kepada anak-anak berprestasi akademik maupun non akademik, disamping penyerahan bantuan beberapa lemari serta buku bantuan dari Toko Buku Jendela Magelang. Kegiatan spontan yang dipersiapkan kurang dari satu bulan ini, diniatkan dari menyisihkan 20% dari harga jual arung jeram per pack nya" Ujar Isnu selaku manajer marketing Progo Rafting. Dari usaha tersebut dihasilkan uang 10 juta, lemari stocker 8 buah serta 60 buah buku yang bermanfaat. Disamping pemberian hadiah dan beasiswa, Ti
250 Peserta Arung Jeram Membanjiri Kali Progo

250 Peserta Arung Jeram Membanjiri Kali Progo

Berita, Rupa rupa
Wisata Arung Jeram di Sungai Progo kembali menggeliat. Kali ini salah satu Provider Arung jeram terbesar di Magelang "Progo Rafting" mendapat kepercayaan untuk memandu 250 wisatawan dari Solo. Trip yang diambil adalah Paket Progo Atas adalah trip yang paling aman tanpa kehilangan keseruan arung jeram di kali progo. Sebanyak 50 perahu dikerahkan untuk mengangkut peserta, pihak Progo Rafting pun menyediakan Rescue boat tersendiri. Setelah sebelumnya ada musibah kecelakaan di Trip Progo Bawah (Klarifikasi: Kecelakaan Arung Jeram Sungai Progo Bawah Bukan Kegiatan Provider PROGO RAFTING.), kali ini Progo Rafting sekaligus membuktikan bahwa wisata arung jeram di kali Progo adalah aman selama peserta menggunakan Jasa operator yang Profesional. Artinya tiap-tiap jeram mempunyai standar ...

Naik Haji Lolos, Turun Haji Jemaah Asal Magelang Di Bekuk Polisi

Berita, Kriminal
Jamaah haji dari Kabupaten Magelang yang berangkat ke tanah suci dengan kloter 68 berinisial DWN(40) ditangkap oleh Satuan Kriminal Polres Magelang. Warga Desa Tempurejo Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang ini ditangkap terkait dugaan kasus penipuan kepada rekannya sendiri. DWN(40) dibekuk aparat berwenang tepat setelah turun dari pesawat di Bandara Adi Sumarmo, Surakarta, Rabu (5/11) sekitar pukul 03.00 pagi. Sebelum dibekuk dibandara tersangkat telah beberapa kali lolos dari penyergapan petugas. Kapolres Magelang AKBP Rifky menjelaskan, sebenarnya DWN(40) akan diringkus ketika hendak berangkat naik haji awal Oktober lalu. Namun, tersangka berhasil menghindari petugas dengan cara berangkat ke Asrama Haji Donohudan sendiri. Kasat  Reskrim Polres Magelang, AKP Samsu Wirman, s

Peredaran Miras Meningkat Polres Magelang Kota Bertindak

Berita, Kriminal
Kapolres Kota Magelang, AKBP Zain Dwi Nugroho menjelaskan, beberapa waktu ini peredaran miras atau minuman beralkohol di Kota Magelang meningkat dari periode sebelumnya. Menurut Kapolres pihaknya sudah perlu melakukan peningkatan pengawasan peredaran minuman keras di wilayah operasinya. Agar bisa ditekan peredarannya, aparat menggencarkan razia dan operasi di sejumlah tempat yang dicurigai menjadi tempat peredaran miras. Kapolres menambahkan penyitaan sebanyak ini menandakan Kota Magelang belum bebas dari miras terutama jenis oplosan. Hal ini diperkirakan karena ancaman hukuman yang terlampau ringan, sehingga para pelaku tetap menggeluti profesi haram ini. Seperti diketahui belum lama ini di Magelang miras telah merenggut nyawa belasan orang di Kabupaten Magelang. Namun kasus ini...

Program Pembelajaran Desa Bahasa Borobudur Akan Diterapkan Di Jepang

Berita, Hiburan
Ryuichi Yorozuya, Hiroki Ishizuka dan Akinobu Shimura, tiga orang professor dari Hokaido Universty of Education Japan kagum dengan program belajar bahasa inggris yang menyenangkan di desa Bahasa Borobudur, Kabupaten Magelang. Secara tidak langsung pun ketiga professor ini berniat menerapkan metode ini di negara asalnya Jepang. Ketiga professor asal Jepang ini melakukan kunjungan ke Desa Bahasa dengan tujuan melakukan penelitian singkat selama sehari di desa tersebut. Selain bercakap-cakap dengan Founder Desa Bahasa, Hani Sutrisno, para ahli ini juga berpartisipasi dalam proses beajar bahasa inggris dengan metode cas cis cus khas desa bahasa. Dengan metode ini, pembelajaran bahasa inggris untuk semua golongan umur dan pendidikan semakin lebih murah. Tidak mengejutkan jika anak-ana...

Mbah Dukun “Nyambi” Transaksi Narkoba Diciduk Polisi Di Magelang

Berita
Mbah dukun di Muntilan Kabupaten Magelang ini selain membuka jasa konsulitasi urusan paranormal ternyata nyambi juga transaksi narkoba. Haryadi (50) digelandang kepolisian sektor Kabupaten Magelang setelah tertangkat basa membawa narkoba jenis sabu-sabu. Mbah dukun yang berasal dari Gondosuli Kecamatan Muntilan Kabupaten Magelang ini di grebek setelah baru saja melakukan transaksi barang haram tersebut. Seperti dijelaskan oleh Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono, tersangka ditangkap disekitar Pasar Hewan Muntilan. Polisi mendapati tersangkat membawa tiga paket narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,6 gram yang ditemukan disaku celana tersangka. Barang haram tersebut menurut keterangan tersangka dibeli seharga 1 juta dari Pedro, warga Prambanan, Klaten. Mbah dukun ini tidak bisa

Gaji Lunas, PPSM Sakti Magelang Baru Bubar

Berita, Olahraga
Seperti diketahui Tim Sepakbola asal Kota Magelang, PPSM Sakti Magelang sesuai kesepakan akan dibuabrkan terkait dengan habisnya masa kontrak pemain dan pelatih. Namun hal tersebut sepertinya akan mundur mengingat gaji yang belum dilunasi oleh pihak manajemen tim. Semua pemain,pelatih hingga jajaran tim PPSM Sakti Magelang dikontrak satu musim kompetisi setelah itu manajemen akan melakukan persiapan untuk musim yang akan datang. Pelatih PPSM Sakit magelang, M Hasan menjelaskan," Belum bubar, tergantung dari keputusan manajemen, semua gaji juga belum diberikan. Meski begitu semua pemain dan pelatih telah kembali ke kediaman masing-masih. Widarto, manajemen PPSM Sakti juga mengakui pihaknya belum dapat membayar lunas semua gaji pemain dan pelatih yang nunggak. Masih ada 2 bulan gaj...
Tiga Pekerja Korban Longsor Jembatan Di Magelang Selamat

Tiga Pekerja Korban Longsor Jembatan Di Magelang Selamat

Berita
3 pekerja bangunan proyek jembatan di Glagah, Mujen, Mertoyudan Kabupaten Magelang berhasil dievakuasi dari lokasi kejadian oleh Tim SAR yang dibantu warga sekitar. Walaupun beberapa waktu setelah kejadian ketiga korban tidak terlihat karena reruntuhan tebing setinggi 10 meter, ketiga pekerja tersebut berhasil diselamatkan. 2 dari 3 pekerja korban longsor mengalami patah kaki. Citro (45) dan Jaspan (55) mengalami cedera dibagian kaki sedangkan Slamet (32) warga Klaten hanya menderita luka-luka ringan. Korban lalu dibawa ke RSUD Kota Magelang untuk menjalani perawatan. Seperti diketahui, 3 pekerja bangunan tertimbun longsoran tebing ketika mengerjakan proyek Jembatan di Glagah, Mujen, Mertoyudan Kabupaten Magelang. Penyebab longsor diperkirakan akibat dari human error dan getaran ...

Jembatan Longsor Timbun 3 Pekerja Di Magelang

Berita
Tiga pekerja bangunan sebuah proyek jembatan di Glagah, Banjarnegoro atau sering disebut dengan jembaran Mujen, Kabupaten Magelang tertimbun longsor bangungnan pondasi. Hingga siang tadi evakuasi masih berusaha dilakukan oleh regu penyelamat dibantu warga setempat. Kedua pekerja jembatan masih terjepit dalam reruntuhan bangunan jembatan dan besi-besi pondasi yang menopang struktur jembaran. Regu penyelamat menjelaskan bahwa kedua korban masih dapat berkomunikasi. Petugas masih melakukan evakuasi dengan peralatan seadanya. “Longsornya jam 11 siang. Secara tiba-tiba tebing di atas pondasi longsor,” kata Martono, seorang pekerja lain yang berada dilokasi kejadia. “Tadi tertimbun sampai tidak terlihat. Tapi material bisa dibuka dan kepala terlihat,” katanya. Ketiga pekerja proyek

Razia Hotel Melati Resahkan Pengusaha Hotel Di Magelang

Berita, Ekonomi
Pemilik usaha hotel kelas melati di Kota Magelang merasa keberatan dengan sering dilakukannya razia hotel melati di Magelang. Hal ini semakin memperparah tingkat okupansi hotel melati yang setiap harinya. "Banyak pemilik hotel resah dan protes kok sering banget ada razia. Padahal tidak semua tamu hotel melati yang menginap melakukan tindak asusila seperti yang menjadi alasan petugas selama ini," terang Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia) Kota Magelang Edi Hamdani. Tindakan razia yang sebenarnya baik ini sudah mulai mengganggu kenyamanan tamu hotel. Piihaknya menghimbau Pemkot untuk memperhatikan nasib pemilik hotel melati. Segmen hotel melati memang diketahui merupakan masyarakat kelas menengah kebawah yang memilih hotel melati karena dirasa murah, dan tentu saj...